Anti Kekerasan Rindu Kekenyalan, situs resmi-nya Hendro Plered Jogja-Indonesia

BAGAS ( 8 ) HANYUT DI KALI OPAK

Seorang Bocah berumur 8 tahun, bernama Bagas Untoro 8 tahun, Bawuran II RT 03, Pleret, Anak dari Parman dan Romlah, Sejak Selasa ( 24/8 ) pukul 14.00 Wib hanyut di kali Opak sampai berita ini diturunkan belum di temukan. Saat hanyut tersebut keadaan kali Opak masih bening, belum banjir seperti sekarang ini, kata Kemin. warga setempat. kronologinya adalah awalnya anak tersebut bermain disungai bersama 3 temannya di kali Opak, sepulang dari sekolah. Namun ketiga temannya mau melapor kepada Parman Dan Romlah Takut, belakangan diketahui baru pukul 17.30 sore.
” kami hanya menemukan baju Dan Celananya !, demikian dikatakan Parman terbata terbata. Seterusnya Parman segera melaporkan kejadian anaknya di Polsek Pleret.
Selanjutnya Pencaraian Korban TIM SAR Parangtritis, pimpinan M. Taufiq, segera mengadakan penyusuran ke hilir sejauh 2 Km, namun sampai pada jembatan Segoroyoso, Hingga jam 23.00 belum tertemukan. mengingat medan serta kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, atas kesepakatan Tim Sar, pihak Keluarga serta Muspika Pleret, pencarian korban dilanjutkan Rabu pagi( 25/8 )

Pasca Gempa Bantul 5.0 SR

Meski dibarengi Rasa Was was, Sholat Taraweh bersama 50an pemuda berlangsung, dilanjutkan degan tadarus Al-Qur’an. kemudian aku menemui tamu mas Agus, dari Wirosaban. Yogyakarta.
setelah pukul 12.00 malam, Sambil Nonton siaran Live Metro TV, aku penasaran. tetapi mau keluar melilkat suasana, aku disarankan Jeng Ima, karena malam dan kalau bisa Liputan besok pagi saja……..malah kemudian ada 2 pemuda di rumahku, sambil nge-net dan nemenin siaran di Swadesi FM1079. Helmy Qemuk dan David ini Asyik, sampai jam 03.30 Pagi.
Aku kemudian mbangunin keluarga untuk Sahur bersama.
Habis Sahur aku lihat berita di beberapa Internet, Siaran Siaran Pers kok daerah yang dikabarkan deket banget dengan rumahku…..
habis subuh aku meluncur di Bawuran, ketemu warga dan pak Dukuh disana gak ada korban baik Rumah maupun Jiwa,. tetapi di Mass media diberitakan banyak rumah rusak ( ???). Oleh pak Slamet, warga bawuran aku dikasih tahu kalau didaerah Trukan, dahromo, segoroyoso, ada Korban Rumah. akupun meluncur dirumahnya Pak Dukuh…
memang ada Korban Pingsan, tetapi pingsannya karena nabrak pintu. dan malam itu dibawa ke RS, Terus pulang.
Aku menyusuri kali Opak, di Dusun Karet, beberapa Rumah warga Gentingnya pada ” mlorot ” ( jatuh ? ). kemudian didusun Blawong II, terus Nyeberang kali Opak didusun Ngrombo, kemudian di Sindet, Wukirsari Imogiri, ketemu Lurahnya, Bayu Bintoro.
di Jayan, kebon agung, dikabarkan ada temok runtuh, tetapi ternya tidak ada, dari sana aku dapat kabar di Selopamiyoro, Siluk, jalan menuju Panggang, ada Korban teras Rumah rusak, Timur SMP 3 selang satu Rumah, ternyata orangnya juga bilang tidak ada apa apa.
aku pun meluncur di Giriloyo, ketemu dengan teman teman Media. disana mengambil gambar warga yang sedang mbetulin Genting.
kemudian dari Giriloyo, aku menuju Wonolelo. disana dapat berita seorang nenek, Sutilah, alias Adi Wiyoto, Tulang tangannya patah, karena waktu Listrik mati Tabrakan dengan anaknya…Juga ada warga yang baru berubat di rumah dokter, malah lari keluar ruangfan, Kuku jari kakinya lepas tiga.
akhirnya aku pulang, membuat berita bang Yon vhrmedia….semalem nggak tidur ternyata nggak ngantuk, mungkin Laper Puasa memang nggak enak buat tidur….

Bantul, Gempa 5.0 Sabtu, 21 Agustus 2010, jam 18.41.38

Tulisan ini bersifat dokumen saja, sebab sudah selang 4 hari aku baru sempat menulisnya.sebab masih diliputi rasa was was juga.
Kawan kawan….
Sangat terasa sekali saat itu, aku baru mandi. sehabis buka puasa. kebetulan malam minggu itu, ditempatku mau dipakai TARLING, Taraweh Keliling, oleh Pemuda Kampung Demangan. saat terjadi Gempa aku sduah selesai mandi didalam kamar mandi , aku sdh berbalut handuk, tida tida bunyi getaran pintu...grekkkgrteekk. dan…….aku kira Jeng Ima sembrono, maininan pintu kamar mandi…makanya aku sempat teriak…e…sing adus aku ( eee. yang mandi aku ).
gak taunya, kok semakin banter…getarannya, karuan saja aku langsung buka pintu, dan saat itu Listrik langsung padam…aku sempat lari lewat pintu samping…ternyata orang orang ( termasuk jeng Ima sdh diluar )…
Yaqin, aku hanya berbalut handuk…
terus menunggu reda…aku beranikan masuk rumah, ganti Sarung, baju, ambil Handy Talky, Hand Phone…..
beberapa lama kemudian Listrik nyala. aku cari tahu di Internet. lewat Bmg.exe..ternyata gempanya sebesar 5.0 SR, terjadi ditenggara Bantul 15 KM, Kedalaman 10 KM.
kemudian aku umumkan di Frekwensi 147480.MHz, juga di radio Swadesi Fm1079…
banyak orang dah kumpul, kita nunggu teman teman jamaah, sholat Taraweh, beberapa SMS, Telepon masuk, dari mas Butet Kartaredajasa, Mas Yudi – LSPP Jakarta, dan teman dari Kalingga FM brebes.
Konfirmasi dengan kejadian yang barusan terjadi.