Anti Kekerasan Rindu Kekenyalan, situs resmi-nya Hendro Plered Jogja-Indonesia

Archive for the ‘GADO GADO’


PELATIHAN LINTAS RAKOM DI KALIURANG 7-9 MEI 2008

Ini kesan hari pertama :

asyik ketemu teman teman senasib radio Komunitas, dari Jawa barat, jawa timur, jawa tengah dan dari Yogyakarta sendiri. disana bisa sharing bermacam macam masalah. acara tersebut difasilitasi oleh Combine Resort Indonesia. Jadah tempe makanan khas kaliurang tidak lupa. berbagai materi pelatihan ada. semua diterima dengan gelak tawa, apalagi ada Rey – swara mas satiga – yang katanya masih keturuna Kurawa…he he he…………..

tetapi aku harus melajo, karena setumpuk pekerjaan, yang harus kutuntaskan. dingin dijalanan jkelas. tetapi asyik, bisa nostalgia tahun 90-an. dimana Jl kaliurang  pleret selama 4 tahuanan aku lewati. sayangnya sekarang lalulintas semakin ruwet. macet.

kesel dan pegel pegel sampai di rumah tak terasa.mata ngantuk jelas pasti… Ya Alloh semoga Swadesi semakin berarti. berarti bagi semua. dan Cerdas bersama Komunitas terrealisasi. Amien.

Seandainya Aku Ki Hajar Dewantara

Tulisan ini di ilhami dari Tulisan Ki Hajar Dewantara, yang berjudul “Seandainya Aku Seorang Belanda” (judul asli: Als ik eens Nederlander was), dimuat dalam surat kabar de Expres milik Dr. Douwes Dekker, tahun 1913. Artikel ini ditulis dalam konteks rencana pemerintah Belanda untuk mengumpulkan sumbangan dari Hindia Belanda (Indonesia), yang saat itu masih belum merdeka, untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis. Kutipan tulisan tersebut antara lain :

“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan dinegeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengkongsi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingan sedikitpun”.

Melihat tulisan diatas, aku tergerak menulis, seandainya aku Ki Hajar Dewantara. yang antara lain karena sangat prihatin melihat carut marutnya sistem pendidikan sekarang ini. (more…)

Kidung Kidung Pawiyatan, Di Taman Siswa

Ki Hajar DewantoroMerasa menjadi orang terhormat, aku mendapat undangan di acara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Pendopo Taman Siswa. aku berangkat kesana, sejak habis ‘Isya. sampai disana kutemui Mas Giri. kemudian aku bergabung dengan Titik SE, bambang Gundul, Dan Akhir Lu Sono. yang terakhir ini adalah lulusan ISI jurusan Teater, kakak kelasku.

aku lihat ada mantan Pangab Jenderal ( Purn ) Tyasno Sudarto beserta Ibu, (more…)