Anti Kekerasan Rindu Kekenyalan, situs resmi-nya Hendro Plered Jogja-Indonesia

Archive for the ‘BIOGRAFI’


“KERIK-AN” & Angin Warnanya “Merah “ ?

img_0232-edeit.JPGEntah sejak kapan orang mengenal Kerik-an. Tetapi didaerahku sejak aku masih bayi, kalau aku masuk angin “dikerok-i”. katanya hal itu juga sudah sejak jaman Mbah Buyut , nenek moyang dahoeloe kala. Dulu dengan uang logam Benggol, yang berlobang tengah. Lama lama sulit dijumpai kepingan Benggol itu. Kemudian memakai  kepingan seratusan rupiah ( yang besar )LK diameter 3 CM.
Adapun aku sudah terbiasa dengan minyak “ jlantah : ( yakni minyak goreng bekas), dioleskan dulu di bagian tubuh yang mau di kerik. Dari leher, dada, perut, kemudian dibagian belakang tubuh: pundak, punggung. Memang ketika dikerik. Angin pada keluar. Ada yang lewat mulut. ( glegek-en Jw ). Tetapi tak jarang lewat saluran belakang : kentut.
img_0231-edit.JPGKenapa ketika dikerik- kemudian bekas bekasnya berwarna merah. Apakah angin itu berwarna merah ?. kenapa ketika masuk angin, setelah dikerik masuk anginnya sembuh ?
Setahu saya, yang berwarna merah itu kan pembuluh darah, yang tertekan oleh kepingan uang logam. Dan jangan disepelekan masalah masuk angin ini….karena akibatnya bisa Vatal.
img_0226-edit.JPGSekarang sudah ada jamu/ tablet atau apapun formulanya, obat/ jamu untuk masuk angin sudah banyak tersedia berbagai merk. Sampai sampai Iklannyapun sempat jadi “ perang “ anatar merk satu dengan merk lainnya.
Kalau didalam ilmu Dagelan Kuno, ketika orang masuk angin, disuruh bersiul…., didalam ilmu Dagelan Modern, masuk angin masih lumayan, asal yang masuk bukan angin puting beliung……….
Nah, Mungkin diantara kalian yang ahli Farmasi, Profesor, atau pakar IT. Bisakah mengganti cara cara Kerik-an ( yang kuno  itu ) diganti dengan cara IT ?. misalnya ketika masuk angin lantas kita disuruh ketik REG spasi Sembuh, lalu dikirim kenomor tertentu ?

SD PUTREN 1, dihati Selalu………

250px-murid_sd.jpgSebagai Alumnus, ketika aku lewat didepan bekas almamater, SD Putern 1, yang lokasinya ada didusun Keputren, Pleret tau epatnya 1.5 Km barat Kec. Pleret. aku selalu menyematkan melihat / mengok sambil melewati jalan didepannya. masih ingat betul bentuk bangunan yang membujur dari barat ke timur. ada gapura didipannya. tetapi semua itu terlihat sebelum Bencana Gempa Bumi 27 Mei 2006 yang lalu, sekarang sangat jauh berbeda bentuk bangunannya. SD Putren 1 konon dibangun kembali atas bantuan dari sebuah LSM, bernama Plan – Indonesia.

Aku Ingat betul, kenapa bangunan SD Putren 1 dulu, (more…)