Anti Kekerasan Rindu Kekenyalan, situs resmi-nya Hendro Plered Jogja-Indonesia

Archive for July, 2009


Hasil Nglithih !

inilah ……..

Buku “Malapetaka Demokrasi” Muncul di Yogya

Sebuah buku yang menyudutkan salah satu pasangan Capres peserta pemilu, beredar di Yogya. Hal itu dijelaskan ketua DPD Jaringan Nusantara (JN), M Lutfi di Yogyakarta, .

M Lutfi , menjelaskan pihaknya juga menerima aduan temuan tabloid ‘Suara Nurani’ dan buku Malapetaka Demokrasi di asrama mahasiswa Sulawesi Selatan di jalan Sultan Agung 18 Jogjakarta. dan menilai bahwa itu adalah black Campaign. seperti halnya beberapa selebaran yang ditemukan di simpang 4 Jetis sehari sebelum hari pencontrengan

Tokoh dan Fungsioninaris partai Demokrat dpd dy, putut wiryawan menanggapi hal tersebut, sduah sepenuhnya diserahkan kepada panwaslu DIY

Didalam tabloid tersebut, berbagai artikel yang ditulis menyudutkan SBY. karena ada kalimat besar “SBY antek neolib, agen luar negeri, Merasa dizolimi dengan isi selebaran tabloid dan buku itu, JN pun melapor ke Panwaslu DIY.

KAMMI Demo untuk rakyat Uighur

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau KAMMI Komisariat Univertsitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat 10/7 pagi menggelar demo di depan restoran siap saji KFC Demangan, menuntut keadilan bagi suku Uighur China, yang menjadi korban pembantaian suku Han dan aparat keamanan di China.

Dalam Orasinya, para demonstran itu. menyesalkan seberat-beratnya pembantaian 800 rakyat Uighur di Xianjin China. Kejadian tersebut merupakan pelanggaran berat atas hak hidup manusia.

Eko sutrisno koordinasi aksi, mendesak Dewan PBB untuk bertindak cepat menangani masalah ini. juga mendesak Presiden Hu Jintao dari pemerintah RRC agar menyelesaikan persoalan masyarakat Uighur seadil dan sesegera mungkin

Seperti halnya Tibet, dahulu Xinjiang pernah menjadi negara merdeka pada era 1940-an, dan menjadi Republik Turkistan Timur, sebelum menjadi bagian dari wilayah RRC. Sejak itu, tepatnya sejak tahun 1990-an, sering terjadi serangan-serangan berskala kecil. China menuding serangan itu dilakukan oleh kelompok separatis Uighur dan dipicu oleh kelompok Islam radikal yang memiliki hubungan dengan al-Qaidah.