Anti Kekerasan Rindu Kekenyalan, situs resmi-nya Hendro Plered Jogja-Indonesia

Archive for December, 2008


“KERIK-AN” & Angin Warnanya “Merah “ ?

img_0232-edeit.JPGEntah sejak kapan orang mengenal Kerik-an. Tetapi didaerahku sejak aku masih bayi, kalau aku masuk angin “dikerok-i”. katanya hal itu juga sudah sejak jaman Mbah Buyut , nenek moyang dahoeloe kala. Dulu dengan uang logam Benggol, yang berlobang tengah. Lama lama sulit dijumpai kepingan Benggol itu. Kemudian memakai  kepingan seratusan rupiah ( yang besar )LK diameter 3 CM.
Adapun aku sudah terbiasa dengan minyak “ jlantah : ( yakni minyak goreng bekas), dioleskan dulu di bagian tubuh yang mau di kerik. Dari leher, dada, perut, kemudian dibagian belakang tubuh: pundak, punggung. Memang ketika dikerik. Angin pada keluar. Ada yang lewat mulut. ( glegek-en Jw ). Tetapi tak jarang lewat saluran belakang : kentut.
img_0231-edit.JPGKenapa ketika dikerik- kemudian bekas bekasnya berwarna merah. Apakah angin itu berwarna merah ?. kenapa ketika masuk angin, setelah dikerik masuk anginnya sembuh ?
Setahu saya, yang berwarna merah itu kan pembuluh darah, yang tertekan oleh kepingan uang logam. Dan jangan disepelekan masalah masuk angin ini….karena akibatnya bisa Vatal.
img_0226-edit.JPGSekarang sudah ada jamu/ tablet atau apapun formulanya, obat/ jamu untuk masuk angin sudah banyak tersedia berbagai merk. Sampai sampai Iklannyapun sempat jadi “ perang “ anatar merk satu dengan merk lainnya.
Kalau didalam ilmu Dagelan Kuno, ketika orang masuk angin, disuruh bersiul…., didalam ilmu Dagelan Modern, masuk angin masih lumayan, asal yang masuk bukan angin puting beliung……….
Nah, Mungkin diantara kalian yang ahli Farmasi, Profesor, atau pakar IT. Bisakah mengganti cara cara Kerik-an ( yang kuno  itu ) diganti dengan cara IT ?. misalnya ketika masuk angin lantas kita disuruh ketik REG spasi Sembuh, lalu dikirim kenomor tertentu ?

Jadi Tukang Conthong acara “Kepal – SPI”

Pengarang Buku “Orang Miskin Dilarang Sekolah ! “, Eko Prasetyo, dari Pus HAM UII- salah satu narasumber dalam acara Diskusi Publik dalam memperingati Hari HAM sedunia 2008 ini, sedangkan narasumber lainnya Budi Wardoyo, dari Aliansi Buruh Menggugat- Jakarta, tak ketinggalan musik Kepal SPI selain tampil dengan musik musiknya yang cerdas, juga Bob – vokalisnya ikut jadi pembicara.

Yang menarik adalah, pada  acara itu tidak terkesan formal banget. dikemas layaknya Talk show di sebuah Televisi. Rilex dan Gerrr………..

Ternyata dibalik rambut Gimbal, juga tersimpan otak Cerdas, yang peduli dengan nasib rakyat kecil, Nasib anak jalanan.

Sayangnya acara seperti itu, seharusnya para Calon Wakil Rakyat atau siapapun yang peduli nasib rakyat bisa hadir.

Cah Ndeso, Syuting !

anak-anak-sanggar-swadesi-di-kali-gendhol-2.JPGanak-anak-sanggar-swadesi-di-kali-gendhol.JPGjembatan-gantung.JPGjembatan-gantung2.JPGNggak ngira, nggak nyangka…suatu saat aku didatangi oleh Crew Trans 7, ada mas Gatot, Yuda, Santi, Dina. kerumah mau ngajak anak anak Bina Salenta Swadesi terlibat di produksi ” Anak Nusantara ” yang akan tayang besok 22 Desember 2008, jam 8 malem.

adi-makan.JPGadi-inaction-2.JPGbayu.JPGdari 25 anak yang ikut Audisi, yang lolos adalah : Adi, Bayu, Lia, Kitin serta ada Bu Parti. …ee… aku juga lolos loh…..castingku sebagai : Preman, Pengawal Bu Parti !. sedangkan lokasi syutingnya ada di Kali  Gendol, Cangkringan, Sleman, serta di Playen Gunung Kidul dan sebagian di Banguntapan, Bantul.

adi-diatas-truck.JPGkipli-gunawan.JPGBeberapa ” Cah Ndeso ” yang terlibat  dalam produksi itu memang baru pengalaman kali pertama. jadi banyak hal hal yang ” geli ” terjadi.

syuting-1.JPG

Selamat buat, Kalian..tidak sia sia selama ini latihan……..