Anti Kekerasan Rindu Kekenyalan, situs resmi-nya Hendro Plered Jogja-Indonesia

Sate ” Bari ” Klathak, jujukannya para Celeb !

poster.JPGDisisi utara Pasar Jejeran, Wonokromo Pleret, Bantul. adalah tempat Kang Bari jualan sate Klatak.  Dia sudah puluhan tahun ini namanya muncul diperbincangan kaum Celeb, bagaimana tidak ?. Butet - Raja Conthong - itu menjadi pelanggannya. pernah mengulasnya di harian nasional, sehingga kolega ketika ke Jogja diajak ke tempat Sate Klathak kang Bari. sebut saja : Nano Riantiarno ” Koma “, Didi Petet, Yuke bassit “Dewa”. Komeng, Dian sastro, Rieke Oneng, dan seabreg artis nasional dan Lokal Jogja lainnya.

bari.JPGdaging.JPG002.JPGSelain itu para Pejabat : Bupati, Walikota bahkan Wakil Gubernur DIY : KPAA Paku Alam IX-pun “terprovokasi” menikmati Sate Klatahkan kang Bari. Dahulu Bari hanya membantu Bapaknya bersama Jono, yang sekarang buka sendiri.

Rasa Sate Klathak kang Bari, memang punya Taste sendiri. baik matangnya maupun cara penyajiannya. hal ini didukung oleh lokasinya strategis, nyaman ditengah “kekumuhan”.

“Selain Sate Klathak,Tongseng, kami melayani juga Gule !, demikian kang Bari menjelaskan. selain itu pelayanan yang model familier. sayangnya ketika banyak pelanggan yang datang. kang Bari kewalahan. Lama dan Sabar adalah yang harus ditanggung para pembelinya… apalagi kalao pas barengan dengan panggilan disebuah acara. kadang harus tutup,

“SIDO SEMI“..Warung Legendaris dan Antik Sepanjang Jaman


Dari Pasar Kota gede, 300 meter keselatan. Ada ditepi Jurang / tebing. Seberang jurang sudah masuk kjab. Bantul. Juga ada disamping makam Orang Besar : P. Senopati. Raja Pendiri Kraton Mataram. Adalah Sebuah warung sederhana, dan itu itu saja pemandangan selama puluhan tahun belakangan.

Menu yang disajikan juga tidak berubah. Es borjo, Bakso serta Tahu Susur, Bakwan, menjadi jajanan. Beberapa botol Limun masih saja terpajang. Sudah ada empat generasi yang menjaga warung Sido Semi.

Tahun 70-an, nama Sido Semi, sempat nge Trend. Dan juga sempat di tahun 80-an buka cabang di Imogiri. Tapi nggak berlangsung lama….

Es Borjo, sido semi selalu dirindukan. Ada yang khas disitu. Misalnya : Ketan dan Gula Jawa menjadikan Taste yang tak bisa dipisahkan.

Tulisan huruf jawa, yang selalu berganti ganti tiap bulan, menjadi tambahan pemandangan. Dengan papan kecil, tergantung. Tempat duduk Lincak, Lodhong yang berisi Peyek kacang merupakan sajian tetap di warung Sido Semi.

Daftar Harga Menu dari papan lawas, yang tertempel.. dimana es Borjo sejak harga Rp. 2.5,- saksi bisu betapa warung ini sudah eksis sejak jaman Bahuela. Rasanya pun tetap. Masalah resep rasa, hanya pemiliknya yang tahu…

Warung Sido Semi, nggak neko neko. Tanpa pasang papan nama, tetapi ribuan orang membuktikan. Warung tetap konsisten. Tidak takut saingan, tidak lapuk oleh jaman.  

Kalau mau kesana harap ingat jangan hari Selasa. Sebab anda akan kecele… sebab dipintunya akan terpampang tulisan gantungan : YEN SELOSO TUTUP.

 

Face Book

Awalnya aku selalu menjawab, dari pada Face Buk, mendingan Your Face !…( bahasa Jawa Rai-mu ). ketika aku selalu diajak temen Kuss Indarto, mantan Aktifis ‘98-yang kartunis dan sekarang menekuni profesi Kurator.  Bogi - yang sudah setahun menjadi Facer Book - ini juga aku cuek cuek saja…….tapi suatu saat aku iseng iseng juga login di Face Book… ternyata kaum Celeb Jogja banyak disana, dari MC, Pelawak, Penyanyi, Aktor / Aktris Teater. Stage Crew, Penulis, pemusik, penari atau profesi nyeni lainnya…… Asyik juga, kau ketemuan teman teman ISI, UGM, teaterqawan, perupa, penyair, penyanyi dan lain lain.

Ada satu hal yang menarik bagi saya adalah  Face Book ini, biasa diakses dan mengakses Tautan nggak sesulit Blog. mudah mudahan aku juga tidak bosan dalam waktu dekat. karena seperti Blog, atau situs ini. memaksa aku tuk menulis secara Rutin…sera Kontinyu. padahal itulah pekerjaan yang paling aku benci. hidup teratur kata orang bijak tidak mebuat orang kreatif… yang lebih ciloko lagi…sudah hidupnya gak teratur, juga tidak kreatif ..itu namanya Ciloko Menciiiiiiiiiit !